Minggu, 25 November 2012

Latar Belakang
 Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi nasional abad 21 masih akan tetap berbasis pertanian secara luas. Tanaman padi sebagai penghasil beras merupakan sumber makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dan menjadi komoditas strategis secara ekonomi. Pembangunan pertanian secara umum pada dasarnya merupakan bagian intregral dan tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian. Pembagian subsektor tanaman pangan yang dilaksanakan secara bertahap berkesinambungan mewujudkan keberhasilan yang cukup menggembirakan baik dalam pengembangan usaha tani, peningkatan produksi, pendapata, kesejahteraan, lapangan berusaha dan penyerapan tenaga kerja dalam berusaha tani. Subsektor tanaman pangan terdiri dari tanaman palawija serta tanaman kacang-kacangan, umbi-umbian dan sebagainya. Tanaman holtikultura seperti buah-buahan, tanaman hias, tanaman sayuran dan tanaman sebagainya. Sektor tanaman pangan merupakan penghasil komoditi yang strategis berupa beras yang merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tanaman pangan merupakan salah satu sub sektor pertanian menjadi Prioritas Provinsi Jambi untuk dikembangkan secara terus-menerus dalam rangka meningkatkan produksi dan pendapatan pertanian. Salah satu komoditi tanaman pangan yang merupakan andalan bagi Provinsi Jambi adalah padi. Padi merupakan bahan pangan yang memberikan energi berupa karbohidrat serta zat-zat yang mempengaruhi budaya dan gaya hidup, tidak dapat dipungkiri bahwa padi menempati pasisi yang sangat sreategis bagi kehidupan masyarakat. Luas panen, produksi dan produksivitas padi sawah di Provinsi jambi. Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu kabupaten yang memiliki produksivitas padi sawah tertinggi di Provinsi Jambi. Hal ini di sebabkan karena keadaan wilayah mendukung untuk usahatani padi sawah dan dukungan dari pemerintah sangat kuat melalui kegiatan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan produksivitas dan kesejahteraan masyrakat(petani). Tanjung Jabung Timur terbagi dalam 12 kecamatan yaitu, mendahara, mendahara ulu, geragai, dendang, muara sabalk timur, muara sabak barat, kuala jambi, rantau rasau, berbak, nipah panjang, dan sadu. Provinsi jambi sektor pertanian masih menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat yang didominasi oleh dua subsektor yaitu tanaman pangan dan perkebunan, dimana keduanya terus berkembang pada subsektor tanaman pangan yang diusahakan di provinsi jambi adalah padi sawah. Hal ini dapat dilihat dari luas lahan yang diusakan oleh petani di provinsi jambi sebanyak 46.911Ha dengan produktivitas 39,09 kwintal/Ha. Tabel 1. Luas Area, Luas Panen, Produksi Padi Sawah Per Desa Di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2011 No desa/kelurahan Luas area (Ha) Luas panen (Ha) Produksi (ton) 1 Simpang 1.600 1.560 5.928 2 Rawasari 350 350 1.050 3 Rantau Makmur 1.500 1.500 6.000 4 Telago limo 750 734 2.200 5 Sungai Rambut 250 245 735 6 Rantau Rasau Desa 800 800 2.560 Jumlah 5.250 5.189 18.473 Sumber : BP3 Kecamatan Berbak Kelurahan Simpang adalah salah satu Kelurahan yang berada pada Kecamatan Berbak yang memiliki perkembangan luas areal tanam yang cukup pesat yaitu 1.600 Ha. Dengan luas panen 1.560 Ha dan produksi mencapai 5.928 ton. Luas panen dan produksi menurun untuk kelurahan simpang hal terjadi karena sudah merambahnya tanaman perkebunan sehingga tanaman pangan berkurang, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur sangat mendukung adanya program perluasan lahan persawahan di daerah tersebut Sub sektor pertanian di lakukan oleh petani untuk mencapai produktivitas yang tinggi dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Adapun kebiasaan masyarakat setempat dalam kegiatan keseharian dalam malakukan kegiatan usahatani, misalnya dalam proses penanaman padi sawah dilakukan dengan gotong-royong yang dilakukan secara bergantian antara petani, hal ini dilakukan sampai pada saat akhir kegiatan pemanenan. Berdasarkan data yang diambil penyuluh di BP3K kecamatan Bebak terdapat program yang sudah dijalankan pada tahun 2012 ini yaitu program percetakan sawah baru yang terdapat di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Program ini sangat membantu sekali masyarakat umumnya kecamatan Berbak karena di kala sekarang ini masyarakat gencar memperluas perkebunan tetapi tidak sebagian masyrakat di Kecamatan Berbak Desa Simpang. Didalam program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah tanjung jabung timur untuk tahun 2009 pemerintah sebelumnya juga mengadakan percatakan sawah 100 Ha di kecamatan Berbak, dan pada ahir tahun 2012 ini juga memperluas lahan untuk perluasan sawah baru ini sekitar 100 Ha yang an tunas harapan, masing-masing mendapat dana Rp 10.000.000 perhektarnya, untuk kelompok tani sidomukti yang terdiri dari 43 petani mendapatkan percetakan sawah baru sebesar 55 Ha dan tunas harapan yang terdiri 33 petani mendapat 45 Ha, dana tersebut di cairkan dengan cara bertahap, dana 40 % berbentuk saprodi dan 60% berbentuk uang. Dana program ini merupakan anggaran dana kementrian pertanian berasal dari APBN yang berupa dana bantuan social. Untuk pengerjaannya program percetakan sawah ini sudah siap selesai penanamanya 100 %. di lakukan oleh dua kelompok tani yaitu kelompok tani sidomukti. Program ini dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksivitas dan ketahanan pangan khususnya di Provinsi Jambi karena yang kita ketahui kebutuhan pangan semakin lama semakin meningkat. Seiring berjalanya waktu dan persaingan dalam berusaha tani, petani padi sawah sangat berkurang karena bersaing dengan sektor perkebunan yang juga cukup menjanjikan dari segi ekonomi. Selain itu mengapa program ini ada yaitu karena program ini ada karena dengan mengajukan RUK(rencana usaha kelompok) bantuan dan harus mengikuti kelompok tani dengan mengajukan atas nama kelompok tani dan mengajukan awal ke kelurahan dan kelurahan mengajukan ke dinas, dengan RUK(rencana usaha kelompok)dan minta bantuan karena petani memiliki lahan sedikit sementara petani mempunyai lahan yang sebenarnya potensial untuk tanaman padi tetapi petani mengalami kesulitan dana membuka lahan. Menurut Soekartawi (1988), komunikasi yaitu suatu pernyataan antarmanusia, baik secara perorangan maupun kelompok yang bersifat umum dengan menggunakan lambang- lambang yang berarti, maka tampak bahwa dengan perkembangan objek tertentu akan memerlukan komunikasi yang lebih spesifik. Hal ini ada berbagai media komunikasi yang tersedia seperti media cetak, eletronik, baik audio (radio ) maupun audio visual dengan kelebihannya masing – masing. Pesan juga dapat disampaikan dengan tatap muka atau melalui media komunikasi yang isinya ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau propaganda (Hafied, 2010). Media cetak merupakan Media massa pertama dalam peradaban manusia yang berkembang seiring penemuan mesin cetak pada abad ke-16, media cetak menjadi begitu mengakar sehingga tradisi membacapun dianggap lebih baik dibandingkan dengan tradisi mendengar (Yosal Iriantara, 2005). Disamping itu juga (Ruslan, 1995), berpendapat bahwa media cetak adalah suatu alat yang digunakan dimana isi komunikasi disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Komunikasi massa sangat jelas memerlukan alat penghubung yang memindahkan isi komunikasi kepada komunikan salah satunya media cetak. Media cetak ini memuiliki beberapa kelebihan ; 1) pembaca harus melek huruf ( atau kenal dengan huruf ), 2) mampu memberikan informasi yang lengkap, 3) bisa di bawa kemana- mana, terdokumentasi sehingga mudah di peroleh bila di perlukan (hafied cangara, dalam buku pengantar ilmu komunikasi). Namun demikian, memiliki kelemahan juga yaitu di tuntut mempunyai kemampuan membaca dalam arti khalayak harus melek dengan haruf dan membaca. Penelitian ini mengetahui pengaruh dari media poter terhadap persepsi masyarakat tentang program percetakan sawah baru. Poster adalah salah satu media yang terdiri dari lambang kata atau simbol yang sangat sederhana, dan pda umumnya mengandung anjuran atau larangan (Depdikbud, 1988:50). Menurut Sudjana dan Rivai (2002:51) poster adaah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti didalam ingatannya. Poster disebut juga plakat, lukisan atau gambar yang dipasang telah mendapat perhatian yang cukup besar sebagai suatu media untuk menyampaikan informasi, saran, pesan dan kesan, ide dan sebagainya (Rohani, 1997:76-77). Persepsi merupakan proses pengamatan seseorang yang berasal dari komponen kognisi. Persepsi ini dipengaruhi oleh faktor-faktor pengalaman, proses belajar dan pengetahuan. Menurut David Krech dan Ricard Crutcfield dalam Jalaluddin Rahmat (2003:52) faktor yang menentukan persepsi dibagi menjadi duayaitu faktor fungsional dan faktor struktural. Faktor fungsional adalah faktor yang berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal lain yang termasuk apayang kita sebut sebagai faktor personal. Faktor struktural adalah faktor yangsemata-mata berasal dari sifat stimulus fisik terhadap obyek-obyek saraf yangditimbulkan pada saraf individu. Hal tersebut akan sangat berpengaruh pada manusia dalam mengamati suatu obyek psikologi yang berupa kejadian, ide atausituasi tertentu.. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik terhadap program tersebut dan juga Untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Media Poster Terhadap Persepsi Petani Tentang Program Percetakan Sawah Baru Di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur” 1.2 Rumusan Masalah Media cetak merupakan Media massa pertama dalam peradaban manusia yang berkembang seiring penemuan mesin cetak pada abad ke-16, media cetak menjadi begitu mengakar sehingga tradisi membacapun dianggap lebih baik dibandingkan dengan tradisi mendengar (Yosal Iriantara, 2005). Sumberdaya lahan adalah sumberdaya strategis dan setiap sektor perekonomian membutuhkannya. Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi, kebutuhan lahan untuk membangun prasarana ekonomi, prasarana sosial, dan pemerintahan meningkat terus dari tahun ke tahun. Kompetisi penggunaan lahan antar sektor semakin ketat, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melaksanakan program percetakan sawah baru di kecamatan berbak kelurahan simpang dengan 2 kelompok tani yaitu kelompok tani sido mukti dan tunas harapan. Program ini dilakukan di kelurahan simpang ini karena mengajukan RUK yang di buat atas nama kelompok tanidan mengajukan ke dinas setempat, rencana itu dilakukan karena petani setempat ingin menambah luas areal sawah tetapi keterbatasan biaya untuk membuka lahan sendiri. Kebutuhan pangan khususnya beras semakin lama semakin meningkat sejalannya pertumbuhan peduduk yang semakin padat, selain itu sejalan dengan persaingan dengan antara padi dengan sektor perkebunan lainnya membuat ketahanan pangan nasional semkin menurun oleh sebab itu program percetakan sawah baru ini dilakukan agar menimalkan angka menurunnya Ketahanan Pangan Nasional. Berdasarkan uraian di atas maka di ambil rumusan masalah sebagai berikut: Apakah media poster mempengaruhi persepsi petani tentang program percetakan sawah baru di kecamatan berbak kabupaten tanjung jabung timur? 1.3 Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan dari penelitian tersebut adalah Mengetahui apakah Media Poster Mempengaruhi Persepsi Petani Terhadap Program Percetakan Sawah Baru Di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur 1.3.2 Kegunaan Penelitian 1. Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi tingkat Sarjana (S1) pada Fakultas Pertanian Universitas Jambi. 2. Diharapkan hasil penelitian ini berguna bagi peneliti dan pihak yang berkepentingan sabagai bahan masukan, informasi dan penambahan pengetahuan. 3. Pengembangan ilmu komunikasi yang berkaitan dengan komunikasi melalui media cetak di bidang pertanian

1 komentar: